Tulisan 8, Softskill Ekonomi Koperasi. Tips Agar Dicintai Allah SWT
MAIMUNAH
26214334
2EB32
Tips Agar Dicintai Allah SWT
" Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertakwa, orang
yang kaya, dan orang yang tidak pamer." (HR. Muslim)Setiap kita pasti menginginkan dicintai oleh Allah. Karena, jika
Allah mencintai kita, maka kebahagiaan di dunia dan di akhirat akan kita raih.
Pertanyaannya, bagaimanakah caranya agar kita bisa dicintai oleh Allah?Jika kita merujuk kepada hadits Rasulullah SAW sebagaimana yang
disebutkan diatas, maka ada 3 cara agar bisa dicintai Allah.Pertama, menjadi orang yang bertakwa, Ali bin Abi Thalib
memberikan batasan ciri-ciri orang yang bertakwa:
1). Merasa takut kepada Allah. Takut kepada Allah
berbeda dengan ketakutan kita kepada makhluk, jika kita takut kepada harimau
maka kita akan menjauhinya. Namun, jika kita takut kepada Allah maka kita harus
mendekati-Nya dengan senantiasa meningkatkan kualitas ketaatan dan menjauhi
kemaksiatan. Efek positif dari rasa takut ini, maka akan muncul sikap hati-hati
dalam berbuat, sehingga perbuatan kita tidak akan seenaknya, namun akan penuh
pertimbangan.
2). Tadabbur Al-Quran. Tadabbur artinya membaca
Al-Quran disertai dengan memahami isinya. Al-Quran berisi pedoman dan petunjuk
hidup, maka agar hidup ini selaras dan sesuai dengan kehendak Allah, salah satu
caranya adalah dengan mengikuti petunjuk dari Al-Quran;
3). Qanaah dalam hidup. Qanaah artinya merasa cukup
dengan nikmat diberikan Allah. Sehingga hidup penuh dengan rasa syukur. Qanaah
bukan berarti pasif, tapi aktif dalam berikhtiar, fokus dan bersungguh-sungguh
dalam beramal, namun untuk hasil sepenuhnya diserahkan kapada Allah;
4). Bersiap-siap menghadapi kematian. Orang yang
bertakwa senantiasa ingat mati, sehingga hidupnya menjadi produktif dalam
beramal sebagai bekal kepulangannya. Tiada waktu untuk leha-leha dan
bermalas-malasan, karena dia tahu bahwa maut pasti akan datang sewaktu-waktu.
Baginya, waktu adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan untuk
memperbanyak amal ibadah.
Rasulullah SAW bersabda :"Pergunakan lima perkara sebelum datang lima perkara lagi :
Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum sibukmu,
mudamu sebelum tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu." (HR. Baihaqi dari Ibnu
Abbas).
Kedua, menjadi orang yang kaya. Menurut Rasulullah SAW bahwa
orang yang kaya akan dicintai oleh Allah. Namun, yang dimaksud kaya disini
adalah kaya hati dan bukanlah kaya dengan materi dunia. Rasulullah SAW bersabda
:"Bukanlah orang yang kaya itu dengan banyaknya harta, namun
orang kaya itu adalah kaya jiwa / hati." (HR. Bukhari).
Orang yang kaya hati, maka hidupnya akan lapang dan tidak merasa
sempit, meskipun hidupnya sederhana. Harta dunia tidak menjamin akan ketenangan
dan kebahagian hidup, bahkan boleh jadi menjadi penyebab kegelisahan dalam
hidup jika didapatkan dengan cara yang tidak halal sehingga tidak ada
keberkahan dalam hartanya bahkan akan menjauhkan diri dari Allah. Na’udzubillah
min dzalik.
Ketiga, hidup tidak pamer alias ikhlas. Orang yang dicintai
Allah akan beramal hanya untuk yang dicintainya, bukan untuk makhluk yang
fana’. Beramal bukan untuk dipuji, dihormati, dan dihargai oleh selain Allah.
Namun, semua itu dia kerjakan untuk Allah semata. Syaikh Muhammad Salim bin ‘Id
Al-Hilali dalam kitabnya "Bahjatun-Nazhirin (Syarh
Riyadhush-shalihin)" menyebutkan, ada dua syarat sahnya suatu diterima,
yaitu ikhlas dan sesuai dengan sunah Rasulullah.
Ikhlas yaitu beramal hanya mengharap keridlaan Allah. Allah SWT
berfirman, "Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya
menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan)
agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat.
Yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah: 5). Sedangkan, sesuai dengan sunah yaitu jika amal itu harus sesuai
dengan contoh Rasul (tidak seenaknya apalagi ngarang sendiri). Dua syarat ini
termasuk perkara yang mutawaliat, yakni perkara yang saling berkaitan dan tidak
bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya.
Dengan demikian amal itu tidak cukup
hanya ikhlas tapi juga harus sesuai dengan contoh Rasul dan begitupun
sebaliknya.
Berikut adalah tambahan tips agar dicintai
Allah SWT :
1.Mendekatkan Diri kepada Allah dengan Amalan-amalan SunnahAda dua golongan dari seorang hamba Allah yang beruntung. Pertama,
yang mencintai Allah yaitu yang menjalankan amalan-amalan wajib. Kedua, yang
dicintai Allah yaitu jika kita melakukan amalan-amalan sunnah setelah tuntas
amalan wajib. Golongan inilah yang disebut Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah dengan
“Kualitas diri yang sampai kepada kualitas yang dicintai Allah setingkat lebih
tinggi setelah mencintai Allah”. Jika kita telah menuntaskan amalan wajib dan
menambahnya dengan amalan sunnah maka kualitas diri kita meningkat menjadi
“Yang dicintai Allah.”
2. Mengingat Allah di dalam Hati, Lisan, dan Tindakan Sehari-hariMengingat Allah adalah kesadaran diri akan Allah, baik hati,
ucapan, maupun tindakan. Apabila kita mengingat Allah maka seorang hamba akan
mendapatkan ampunan dan ridha-Nya. Allah berfirman “..Laki-laki dan perempuan
yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan
dan pahala yang besar” (QS Al-Ahzab: 35). Jadi dengan mengingat Allah hidup
menjadi lurus dan selaras dalam kebaikan. Mengingat Allah dalam hati, lisan,
dan perbuatan adalah bekal untuk masuk surga dan menapaki tingkatan-tingkatan
di dalamnya.
3.Cinta kepada Allah membawa Cinta Kepada Seluruh
Makhluk-NyaRidha kepada Allah membawa diri kita pada ridha selain-Nya,
maksudnya diri kita merasa ridha bahwa apa pun yang ada di alam semesta ini di
bawah ketentuan Allah. Inilah ketentraman jiwa yang diperoleh dari keridhaan
kepada-Nya. Ketentraman inilah yang dimilki oleh orang yang beriman dengan
ridha kepada-Nya.
4.Merenungkan Nama-nama dan Sifat-sifat Allah serta Berma’rifat
terhadapNyaHamba yang beriman adalah orang yang mengenal Allah melalui
nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-perbuatan-Nya. Kemudian dia
membenarkan Allah dalam pergaulannya sehari-hari, ikhlas niat dan tujuannya,
serta tidak berperilaku melainkan dengan budi pekerti yang luhur.Hamba yang mengimani sifat-sifat Allah dan kesadaran diri akan
kesempurnan-Nya adalah pembangkit bagi hati untuk cinta kepada-Nya. Hati pasti
akan selalu cinta kepada yang dikenalnya dan terus rindu untuk selalu
bersama-Nya.
5.Menyadari Kebaikan Allah dan Segala Kenikmatan dariNyaSebagai hamba senantiasa diliputi oleh segala kebaikan dari Allah.
Segala kenikmatan, kasih sayang, dan segala hak dapat memenuhi perasaannya.
Tidak ada yang memberikan kenikmatan dan kebahagiaan di dunia ini kepada kita
selain Allah. Semua yang ada di alam semesta ini, pasti semuanya dariNya.
Dengan demikian, tidak ada yang layak untuk dicintai dengan segala ketulusan
selain Allah.
6.Menyerahkan Diri Sepenuhnya Hanya kepada AllahMaksud menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah adalah kekhusyukan
hati, penyerahan diri sepenuhnya, kesadaran diri sangat butuh kepada-Nya, dan
menjaga etika menghamba kepada-Nya. Semua definisi tersebut menunjukkan bahwa
hati adalah sumber dari praktik khusyuk yang kemudian mendisiplinkan tubuh.
7.Bermunajat kepada Allah di Tengah MalamAllah memberikan sanjungan bagi siapa saja yang lambungnya jauh
dari tempat tidur untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah. Kita mendirikan
shalat malam di mana shalat tersebut adalah seutama-utama shalat sunnah. Inilah
praktik yang meningkatkan kualitas cinta kita kepada Allah. Kita bangun malam
dan mendirikan shalat ketika orang-orang sedang terlelap tidur.
8.Bersahabat dengan Para Pecinta AllahDisnilah Ibnu Al-Qayyim menjadikan interaksi dengan para pecinta
Allah sebagai keniscayaan menuju cinta kepada Allah. Rasulullah bersabda “Allah
berfirman, Cintaku menjadi keniscayaan bagi orang-orang yang mencintai-Ku.
Cintaku menjadi keniscayaan bagi orang-orang yang mencintai-Ku. Cintaku menjadi
keniscayaan bagi orang-orang yang mengunjungi-Ku.” (Hr. Ahmad).Sesungguhnya cinta seorang muslim kepada saudaranya karena Allah
adalah buah dari ketulusan iman dan budi pekerti yang luhur. Cinta tersebut
dijaga oleh Allah dalam hati seorang hamba yang beriman, sehingga keimanan
tersebut tidak melenceng ataupun melemah.
9.Menjauhi Segala Hal yang Dapat Melalaikan HatiJika kita ingin mencintai Allah, maka tidak ada pilihan bagi kita
untuk senantiasa menjaga hati agar tetap bersih. Oleh karena itu mari menjaga
hati dari segala sesuatu yang dapat melalaikan hati dengan senantiasa mengawasi
dan membersihkan hati dari penyakit yang dapat membuatnya kotor.Hati yang bersih adalah hati yang senantiasa menyadari bahwa Allah
itu benar adanya, hari kiamat pasti kedatangannya, dan Allah
pasti membangkitkan manusia dari kuburnya. Hati yang bersih adalah hati yang
sehat. Sehatnya hati karena menaati perintah-perintah Allah dan menjauhi segala
larangan-Nya.
Semoga kita termasuk hamba yang memiliki hati yang bersih.Semoga kita dapat menjadi hamba yang memiliki kedudukan yang mulia
di hadapan-Nya. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu agar menuntun kami dapat
senantiasa berada dalam jalan yang lurus, menyerahkan diri sepenuhnya
kepada-Mu, mengenal-Mu, dan mentauhidkan-Mu. Anugerahkanlah kepada kami
cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintaimu, dan cinta untuk meningkatkan
kualitas diri yang dapat mengantarkan kami kepada cinta-Mu. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar